Pram's Blog

one Blog for everyone

Archive for November 2009

Soerabaja 45

leave a comment »

Masih ingat nggak apa yang terjadi tanggal 10 Nopember, 64 tahun yang lalu di Surabaya?

Pada hari itu, Surabaya digempur oleh tentara Sekutu Dibawah pimpinan Mayor Jenderal Mansergh dengan kekuatan 24 ribu tentara dari Divisi ke-5 Tentara Inggris. 24 Tank Sherman, serta 24 pesawat tempur serta kekuatan artileri dari Kapal Perang Inggris.

Pertempuran itu sebagai reaksi atas kematian Brigadir Jenderal Mallaby pada tanggal 30 Oktober 1945.

Mallaby sebelumnya telah mendarat di Soerabaja tanggal 25 Oktober 1945 dengan membawa kekuatan 6000 ribu tentara Inggris bagian dari AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) bertujuan untuk membebaskan tawanan Perang Sekutu yang pernah ditahan oleh Jepang. Juga menyerahkan tawanan Jepang.

Kedatangan Inggris dengan tentara Gurkha membawa kemarahan rakjat Soerabaja karena ternyata Sekutu dibonceng Nica (Netherland Indies Civil Administration/Hindia Belanda). Serta Sekutu mulai mengambil alih gedung-gedung penting, stasiun kereta dan mendirikan pos-pos militer di kawasan Soerabaja.

Berawal dari pertempuran kecil berubah menjadi pertempuran sengit di seluruh Soerabaja antara TKR(Tentara Perlawanan Rakjat) dan Rakjat Soerabaja melawan Sekutu. Diperkirakan kekuatan TKR di Soerabaja pada saat itu sebesar 20.000 dan 100.000 pemuda pejuang melawan Sekutu.

TKR dan Pemuda Soerabaja berbekal persenjataan dan amunisi yang sebelumnya dirampas dari Tentara Jepang yang telah kalah. Pertempuran itu sendiri sangat sengit dan hampir membinasakan semua tentara Inggris yang telah mendarat. Mendekati kekalahan, Mallaby meminta gencatan senjata dan meminta Soekarno untuk datang ke Soerabaja dan mendamaikan pertempuran.

Pada tanggal 30 Oktober 1945, terjadi kesepakatan gencatan senjata dan Soekarno serta Hatta meninggalkan Soerabaja. Tetapi ternyata kesepakatan gencatan senjata itu masih belum tersebar keseluruh Soerabaja, hingga terjadi insiden di Jembatan merah yang berujung pada kematian Mallaby.

Kematian ini membuat marah besar Sekutu. Faktanya Selama Perang Dunia ke-2, Inggris belum pernah kehilangan seorang Jenderal. Eh njeketekk… Inggris kehilangan Jenderal di Soerabaja. Mayjend Mansergh Sebagai pengganti pada tanggal 9 Nopember 1945 menyebarkan selebaran pamflet berwarna kuning dari udara di seluruh Soerabaja. Isi selebaran itu adalah perintah untuk menyerah.

Para pimpinan masjarakat di Soerabaja, meminta pendapat Presiden Soekarno. Tetapi apa jawab Soekarno pada saat itu? Terserah Soerabaja,… mau menjerah atau melawan.

Lalu dijawablah tantangan dengan pecah pertempuran 10 Nopember 1945. Dari semula sekutu memperkirakan hanya butuh waktu 3 hari untuk menduduki Soerabaja, tetapi ternyata membutuhkan berminggu-minggu untuk menguasai seluruh Soerabaja. Perlawanan Rakjat Soerabaja sendiri dari hari kehari semakin teroganisir dan semakin rapi. Pertempuran paling lama terjadi di Jembatan Merah dan di gedung Kempetai. Setelah Jembatan Merah lepas ke tangan Sekutu, disitulah perlawanan gerilya kota menjadi semakin mengerikan bagi tentara Sekutu.

Diperkirakan, Selama pertempuran telah merenggut 16 ribu Tentara TKR dan organisasi kepemudaan gugur. Sementara di pihak sekutu mencapai 2 ribu jiwa. Oleh karena itu Roeslan Abdul Gani pernah berkata, tidak ada sejengkalpun tanah di Soerabaja yang tidak terkena tetesan darah pejuang pertempuran 10 Nopember.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November
http://id.wikipedia.org/wiki/Mallaby
http://www.nusantara.com/heritage/surabaya.html

serta berbagai sumber.

AP.

Written by pramuka adi

November 8, 2009 at 10:54 pm

Posted in History

Keutamaan puasa dan ibadah di bulan Dzulhijjah

leave a comment »

Alhamdulillah sebentar lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah.Seperti yang kita ketahui bersama, di bulan ini kita akan merayakan Hari Raya Kurban. Sebagian menyebut Hari Raya Haji.

Sangat banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT dalam bulan ini.

Ibadah di bulan ini ada hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :”Tidak ada suatu hari yang ibadah di dalamnya lebih disukai oleh Allah dibanding ibadah pada sepuluh hari dibulan Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sama dengan puasa setahun dan shalat malamnya sama dengan pahala shalat pada malam lailatulqadr” (Lathaiful Ma’arif, hal. 261)

Dari Hafshah r.a, ia berkata; “ada empat perkara yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah; puasa hari Asyura (tgl 10 Muharram), sepuluh hari bulan bulan Dzulhijjah, puasa 3 hari setiap bulan dan shalat dhuha.” H.R. Ahmad dan Nasa’I (Sunan An-Nasai dalam Kitab Al-Shiyam, hadits nomor 2416 dan Musnad Ahmad 2/ 287). Hadits ini bisa dilihat juga di Fiqh Sunnah jilid 1 hal 512 dan di kitab Nailul Authar jilid 2 hal. 603. Hadits no. 1707)

Terlebih lebih puasa tanggal 9 Dzulhijjah atau puasa Arofah. Puasa pada hari ini, kata Nabi Muhammad SAW, menghapuskan dosa tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. (HR. Muslim, Abu daud, Ibu Majah dan Ahmad)

Referensi :
http://buanacita.multiply.com

Written by pramuka adi

November 8, 2009 at 5:27 am

Posted in Islam