Pram's Blog

one Blog for everyone

Archive for the ‘Movies’ Category

RESENSI SINEMA HURT LOCKER

leave a comment »

Poster design by CMP Design

The Hurt Locker mengisahkan unit pembersih ranjau dan bom yang sedang bertugas di IRAK setelah kejatuhan rezim Saddam. Dalam film ini menggambarkan bagaimana rumit tugas tentara Amerika untuk membersihkan wilayah peperangan kota dari ranjau bom yang ditinggal tentara Irak sebelumnya. Rumit karena ranjau dan bom yang harus dijinakkan berada di tengah-tengah pemukiman. Sementara bom yang harus dijinakkan samar, tersembunyi dan  sangat sensitif oleh gelombang radio/sinyal hp.

Tokoh utama dalam film ini diperankan oleh unit penjinak bom yang terdiri dari Sersan William James, JT Sanborn dan Owen Eldridge. Perpaduan ketiga prajurit, William James yang berpengalaman menjinakkan ratusan bom, JT Sanborn yang berpengalaman dilapangan, dan Owen Eldridge yang masih muda menjadikan satuan tugas ini menjadi unit yang menarik. Dikisahkan sanborn dan Owen selalu kesulitan mengawal James yang selalu bertindak diluar SOP menjinakkan bom. Bertindak diluar prosedur dan bekerja berdasarkan nalurinya.

Film ini sebenarnya lebih tepat mengisahkan bagaimana perjuangan tentara Amerika mempertahankan nyawa mereka ditengah-tengah ancaman gerilyawan Irak. Setiap hari harus dilalui dengan penuh resiko. Tentang apa yang harus dilakukan oleh adalah bagaimana cara agar mereka tetap selamat pada hari ini.

Hurt Locker tidak seperti film-film perang yang lain  yang memiliki ritme pembukaan, sedang, puncak dan ending. Di Film ini lebih mirip mengisahkan cacatan harian satuan tugaspenjinak bom. Serta bagaimana dilema yang harus dihadapi karena menghadapi musuh yang tidak jelas keberadaannya. Seting latar sangat realistis hanya ada satu atau dua kekurangan bila jeli melihatnya tetapi hal itu masih bisa dimaklumi.

Hurt Locker sangat menarik untuk ditonton terutama bagi kalian yang memiliki hobi nonton film perang.

AP (18/3/10)

Written by pramuka adi

March 18, 2010 at 2:19 am

Avatar behind the scene #2, Revolusi James Cameron dalam membuat AVATAR..

with 2 comments

Na’vi

James Cameron memang keras kepala. Dia memutuskan hampir satu dekade yang lalu untuk memfilmkan petualangan sains fiksi manusia versus aliens dalam AVATAR 3D, tapi menolak untuk memulai produksi hinggal teknologi dapat meyakinkan pemirsa bahwa pemirsa dapat melangkah ke layar lebar untuk mengambil busur milik Na’vi, tokoh 10 kaki, biru berwajah kucing, alien protagonists.

Untuk memberikan efek lebih realistis, Cameron yang telah membawa CG (Computer Generated) T-1000 ke dalam Terminator 2, kini membawa Cameron Fusion Camera System untuk menangkap gambar sebagaimana mata manusia. Cameron menggunakan kamera virtual untuk berjalan, atau terbang melintasi dunia virtual untuk merekam setiap tembakan Navi dan menggabungkan dengan dengan yang lain.

Berikut ini yang dilakukan James Cameron dalam membuat Film 3D.

  • Membuat panggung
    Dengan deretan kamera terdiri dari 72 hingga 92 , tergantung pada set, bergelantungan disekitar parameter dari panggung dan berbentuk grid. Kemudian, komputer menggantikan dinding studio, lantai, dan ceiling dengan render digital 3 dimensi. Grid juga ditandai pada lantai untuk memberikan referensi pada dunia virtual.
  • Pengambilan gambar
    Aktor, senjata, dan perlengkapan lain ditandai dengan titik-titik refleksi mengelilingi panggung sementara kamera hanya melacak titik. Komputer merekam gerakan dot, menghitung lokasinya dan menggunakan data ini untuk membuat rangka yang kemudian menjadi tubuh Na’vi
  • Gambar 3D
    Berikutnya adalah melengkapi tubuh karakter dalam 3D sehingga mereka nampak seperti Na’vi dalam dunia 3 D. Teknologi 3D sebelumnya menggunakan dua kamera yang terpasang dua sisi untuk memberikan efek mata kiri dan mata kanan. Sementara Fusion System Camera memiliki dua kamera, tetapi menggunakan small high-definition image sensor , sehingga lensa dapat melihat lebih dekat daripada pupil mata kita. Jarak pandang lensa dapat di aturr sehingga pada saat pengambilan gambar, mereka dapat membentuk sudut lebih dekat untuk dapat fokus pada obyek terdekat atau lebih jauh pada obyek lebih jauh sebagaimana mata kita. Sistem ini digabungkan menjadi gambar tunggal tetapi memiliki pandangan.
  • Mendaki ke dalam stage film
    Setelah komputer memasukkan performa motion-capture kedalam lingkungan digital, Cameron membawa kamera virtual, sebuah display LCD dengan tombol dan grips mirip video game controller kedalam set. Ketika Cameron bergerak, radio dan detektor optik melacak lokasi kamera dan mengirimnya ke komputer, yang merender dunia virtual sebagaimana terlihat dari titik tersebut. Sehingga membuat Cameron dapat berjalan ke aksi virtual dan merekam setiap aksi yang dia inginkan. Dia bahkan membutuhkan helikopter atau crane dalam pengambilan gambar itu.
  • Lihat hasilnya
    Pada layar lebar, sebuah proyektor menampilkan gambar mata kiri dan kanan, masing-masing dengan arah polarisasi berlawanan, 144 fps. Kacamata 3D memastikan masing-masidari popscii dan kanan hanya memandang image yang kiri dan kanan.

dari popsci

AP

Written by pramuka adi

December 24, 2009 at 6:33 am

Avatar, behind the scene #1

leave a comment »

buildstage
foto dari popsci

“Orang-orang bertanya, apakah Avatar akan merubah Sinema? Dalam banyak cara Avatar telah  melakukannya dan telah terjadi dibalik kamera. ”

Avatar adalah film baru Hollywood dan disutradarai oleh James Cameron. Film 3 Dimensi ini hampir 60% merupakan hasil rekayasa CGI dan menghabiskan dana 300 Milyar dolar Amerika.

Telah banyak dana yang dihabiskan untuk spesial efek yang menakjubkan dan mengundang banyak teknologi baru untuk menghasilkan aksi memukau.

Di dalam film ini digunakan kamera 3D terbaru dengan lensa stereoscopic untuk live action yang dipisahkan antara kamera virtual dan teknik performance capture . Performance capture digunakan untuk merekam gerakan aktor asli untuk kemudian ditranslate ke alien oleh CG yang (Na’vi).

Pekerjaan Film dan spesial efek terbentang dalam 3 benua, termasuk negara Amerika, New Zealand dan Inggris. Perusahaan visual efek Framestore di London disewa untuk mengerjakan beberapa pekerjaan CG. Framework mendapatkan Film berupa aktor dengan latar belakang berwarna hijau dan mereka diminta untuk menampilkan sisanya.

Di Avatar digunakan gambar stereo optik yang berarti dua image, masing-masing untuk kedua mata kita dan itu berarti pekerjaan ganda. Software Ocula yang dikembangkan oleh perusahaan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan 3 dimensi. Sehingga pengambilan gambar menggunakan dua kamera dan anda mendapatkan gambar kiri dan kanan untuk mendapatkan efek 3 dimensi.

Teknologi melimpah yang telah digunakan dalam Avatar membawa dunia alien Avatar benar-benar hidup dilayar. Tetapi alur cerita dalam film itu sendiri masih sama seperti film film alien terdahulu. Makhluk alien yang hidup jauh di Pandora yang terancam oleh manusia.

Kulit biru dan tinggi 10 inch Na’vi, harus berperang melawan manusia yang berburu mineral berharga.Review atas film ini hampir seluruhnya baik tetapi kenyataannya film ini lebih banyak ditulis untuk sampai pada titik batasan kemampuan teknologi daripada penekanan pada cerita itu sendiri.

Sutradara telah mengambil keputusan untuk terus maju mengerjakan film ini daripada menunggu perusahaan film lain melakukannya. Investasi yang sangat besar dan banyak hal yang harus dilakukan tetapi hal ini bukan pertama kali bagi Cameron. Terminator 2 adalah film termahal yang pernah dibuat, Titanic juga adalah film termahal yang pernah dibuat, tetapi dia telah melakukannya.

Ketika dia (James Cameron) datang ke studio dan mengatakan. “Dengarkan.. aku ingin X juta dolar untuk membuat film 3D mutakhir tentang manusia kucing luar angkasa, maka mereka (orang-orang studio) mempercayainya.”

dari BBC

AP

Written by pramuka adi

December 24, 2009 at 4:17 am

Review SANG PEMIMPI sekuel dari Laskar Pelangi

leave a comment »

Sang Pemimpi

Semalam aku nonton Sang Pemimpi, sekuel dari tetralogi “Laskar Pelangi”.

Sang Pemimpi diangkat dari novel Andrea Hirata “sang pemimpi”. Novel yang diangkat dari kehidupan masa kecil penulis di Tanah Belitong.

Dalam film ini diceritakan persahabatan 3 orang remaja, Ikal, Arai, dan Jimbron,tiga pemuda asal Belitong. Tiga pemuda dengan latar belakang yang berbeda. Arai pemimpi sejati, memiliki otak jenius yang selalu mencari cara untuk mewujudkan impian-impiannya. Di film ini juga diceritakan perjuangan cinta Arai untuk mendapatkan hati Zakiah Nurmala, kawan sekelasnya yang cantik lagi pandai.

Berbagai pekerjaan dilakukan oleh ketiga sahabat ini, untuk ditabung hasilnya dan dijadikan bekal jikalau lulus SMA untuk berangkat kuliah di jakarta.

Bagi perfilman indonesia,.. Film ini luar biasa… Mengajarkan bagaimana agar kita tetap terus memiliki harapan dan impian meskipun kita berada dalam kondisi yang sulit. Mengajarkan bahwa untuk meraih mimpi harus dilakukan dengan bekerja keras, bukan hanya dengan berangan-angan semata.

Sang Pemimpi, durasi film 2jam 10 menit, cukup lama dan terasa agak membosankan. Menurutku satu-satunya kekurangan Riri reza adalah penokohan mimik karakter Ikal yang terasa kurang mendalam.

Juga tidak dijelaskan kenapa Ikal, Arai dan Jimbron harus bekerja ekstra keras selepas pulang sekolah. Tetapi itu semua terbayar di akhir-akhir cerita, karena semua itu ternyata dilakukan untuk menabung dan dijadikan bekal merantau ke Jakarta. Bekerja di Bogor, mengikuti ujian Sipenmaru. Ikal di terima di Ekonomi UI dan Arai di Biologi UI. Merantau di Jakarta, kuliah sambil bekerja untuk mencukupi kehidupannya sampai mereka lulus S1.

Tetapi mimpi ke Paris masih belum juga mereka raih. Sampai akhirnya kesempatan itu datang dan mereka berhasil menggapainya. Beasiswa S2 ke Soborne, Paris.
Sang pemimpi

Written by pramuka adi

December 18, 2009 at 11:37 am

Posted in Movies