Pram's Blog

one Blog for everyone

Archive for the ‘Technology’ Category

Penghargaan Staf Akademik Terbaik 2009 Manchester University untuk Nugroho, Dosen Manchester University asal Indonesia

with one comment

Yanuar NugrohoPenghargaan Staf Akademik Terbaik 2009 Manchester UniversitySelamat … Kepada Dr. Yanuar Nugroho, staf pengajar di Institut Kajian Inovasi Manchester University telah meraih penghargaan staf akademik terbaik 2009 di Universitas tersebut. Penghargaan itu diberikan langsung oleh pimpinan Manchester Business School pada sebuah upacara pada tanggal 23 Desember yang lalu.

Penghargaan tersebut didasarkan pada kriteria besarnya sumbangsih akademik melalui penelitian, tulisan, seminar, kuliah dan konferensi serta alih pengetahuan melalui pelatihan dan supervisi mahasiswa program master dan doktoral.

Dr. Yanuar Nugroho telah terlibat lebih dari 15 penelitian internasional yang didanai Uni Eropa, Dewan Riset Eropa dan Dewan Riset Inggris, serta Depertemen Industri dan Perdagangan. Mempublikasikan tulisan diberbagai jurnal internasional, presentasi di berbagai konferensi kelas dunia dan menjadi dosen tamu di universitas termashur seperti Oxford dan Cambridge.

Nugroho adalah alumni Teknik Industri ITB pada tahun 1994. Mendapatkan gelar PHD nya dari Universitas Manchester dalam waktu kurang dari tiga tahun pada 2007, menyelesaikan post-doctoral pada 2008 dan menjadi staf penuh di Universitas Manchester sejak tahun 2008.

Selamat Ya Pak, semoga prestasimu diikuti putra-putri Indonesia yang lain.

dari kompas

Advertisements

Written by pramuka adi

December 26, 2009 at 11:59 pm

Avatar behind the scene #2, Revolusi James Cameron dalam membuat AVATAR..

with 2 comments

Na’vi

James Cameron memang keras kepala. Dia memutuskan hampir satu dekade yang lalu untuk memfilmkan petualangan sains fiksi manusia versus aliens dalam AVATAR 3D, tapi menolak untuk memulai produksi hinggal teknologi dapat meyakinkan pemirsa bahwa pemirsa dapat melangkah ke layar lebar untuk mengambil busur milik Na’vi, tokoh 10 kaki, biru berwajah kucing, alien protagonists.

Untuk memberikan efek lebih realistis, Cameron yang telah membawa CG (Computer Generated) T-1000 ke dalam Terminator 2, kini membawa Cameron Fusion Camera System untuk menangkap gambar sebagaimana mata manusia. Cameron menggunakan kamera virtual untuk berjalan, atau terbang melintasi dunia virtual untuk merekam setiap tembakan Navi dan menggabungkan dengan dengan yang lain.

Berikut ini yang dilakukan James Cameron dalam membuat Film 3D.

  • Membuat panggung
    Dengan deretan kamera terdiri dari 72 hingga 92 , tergantung pada set, bergelantungan disekitar parameter dari panggung dan berbentuk grid. Kemudian, komputer menggantikan dinding studio, lantai, dan ceiling dengan render digital 3 dimensi. Grid juga ditandai pada lantai untuk memberikan referensi pada dunia virtual.
  • Pengambilan gambar
    Aktor, senjata, dan perlengkapan lain ditandai dengan titik-titik refleksi mengelilingi panggung sementara kamera hanya melacak titik. Komputer merekam gerakan dot, menghitung lokasinya dan menggunakan data ini untuk membuat rangka yang kemudian menjadi tubuh Na’vi
  • Gambar 3D
    Berikutnya adalah melengkapi tubuh karakter dalam 3D sehingga mereka nampak seperti Na’vi dalam dunia 3 D. Teknologi 3D sebelumnya menggunakan dua kamera yang terpasang dua sisi untuk memberikan efek mata kiri dan mata kanan. Sementara Fusion System Camera memiliki dua kamera, tetapi menggunakan small high-definition image sensor , sehingga lensa dapat melihat lebih dekat daripada pupil mata kita. Jarak pandang lensa dapat di aturr sehingga pada saat pengambilan gambar, mereka dapat membentuk sudut lebih dekat untuk dapat fokus pada obyek terdekat atau lebih jauh pada obyek lebih jauh sebagaimana mata kita. Sistem ini digabungkan menjadi gambar tunggal tetapi memiliki pandangan.
  • Mendaki ke dalam stage film
    Setelah komputer memasukkan performa motion-capture kedalam lingkungan digital, Cameron membawa kamera virtual, sebuah display LCD dengan tombol dan grips mirip video game controller kedalam set. Ketika Cameron bergerak, radio dan detektor optik melacak lokasi kamera dan mengirimnya ke komputer, yang merender dunia virtual sebagaimana terlihat dari titik tersebut. Sehingga membuat Cameron dapat berjalan ke aksi virtual dan merekam setiap aksi yang dia inginkan. Dia bahkan membutuhkan helikopter atau crane dalam pengambilan gambar itu.
  • Lihat hasilnya
    Pada layar lebar, sebuah proyektor menampilkan gambar mata kiri dan kanan, masing-masing dengan arah polarisasi berlawanan, 144 fps. Kacamata 3D memastikan masing-masidari popscii dan kanan hanya memandang image yang kiri dan kanan.

dari popsci

AP

Written by pramuka adi

December 24, 2009 at 6:33 am

Avatar, behind the scene #1

leave a comment »

buildstage
foto dari popsci

“Orang-orang bertanya, apakah Avatar akan merubah Sinema? Dalam banyak cara Avatar telah  melakukannya dan telah terjadi dibalik kamera. ”

Avatar adalah film baru Hollywood dan disutradarai oleh James Cameron. Film 3 Dimensi ini hampir 60% merupakan hasil rekayasa CGI dan menghabiskan dana 300 Milyar dolar Amerika.

Telah banyak dana yang dihabiskan untuk spesial efek yang menakjubkan dan mengundang banyak teknologi baru untuk menghasilkan aksi memukau.

Di dalam film ini digunakan kamera 3D terbaru dengan lensa stereoscopic untuk live action yang dipisahkan antara kamera virtual dan teknik performance capture . Performance capture digunakan untuk merekam gerakan aktor asli untuk kemudian ditranslate ke alien oleh CG yang (Na’vi).

Pekerjaan Film dan spesial efek terbentang dalam 3 benua, termasuk negara Amerika, New Zealand dan Inggris. Perusahaan visual efek Framestore di London disewa untuk mengerjakan beberapa pekerjaan CG. Framework mendapatkan Film berupa aktor dengan latar belakang berwarna hijau dan mereka diminta untuk menampilkan sisanya.

Di Avatar digunakan gambar stereo optik yang berarti dua image, masing-masing untuk kedua mata kita dan itu berarti pekerjaan ganda. Software Ocula yang dikembangkan oleh perusahaan digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan 3 dimensi. Sehingga pengambilan gambar menggunakan dua kamera dan anda mendapatkan gambar kiri dan kanan untuk mendapatkan efek 3 dimensi.

Teknologi melimpah yang telah digunakan dalam Avatar membawa dunia alien Avatar benar-benar hidup dilayar. Tetapi alur cerita dalam film itu sendiri masih sama seperti film film alien terdahulu. Makhluk alien yang hidup jauh di Pandora yang terancam oleh manusia.

Kulit biru dan tinggi 10 inch Na’vi, harus berperang melawan manusia yang berburu mineral berharga.Review atas film ini hampir seluruhnya baik tetapi kenyataannya film ini lebih banyak ditulis untuk sampai pada titik batasan kemampuan teknologi daripada penekanan pada cerita itu sendiri.

Sutradara telah mengambil keputusan untuk terus maju mengerjakan film ini daripada menunggu perusahaan film lain melakukannya. Investasi yang sangat besar dan banyak hal yang harus dilakukan tetapi hal ini bukan pertama kali bagi Cameron. Terminator 2 adalah film termahal yang pernah dibuat, Titanic juga adalah film termahal yang pernah dibuat, tetapi dia telah melakukannya.

Ketika dia (James Cameron) datang ke studio dan mengatakan. “Dengarkan.. aku ingin X juta dolar untuk membuat film 3D mutakhir tentang manusia kucing luar angkasa, maka mereka (orang-orang studio) mempercayainya.”

dari BBC

AP

Written by pramuka adi

December 24, 2009 at 4:17 am

Perubahan warna lensa kontak untuk mengetahui kadar gula dalam darah

leave a comment »

800px-Contact

Inilah salah satu cara dimasa depan bagaimana para penderita diabetes mengetahui kadar gula dalam darah, yaitu dengan menggunakan lensa kontak yang dapat berubah warna.

Penderita penyakit diabetes selalu dibebani dengan pekerjaan rutin yaitu melakukan pengecekan tingkat kandungan gula dalam darah mereka, biasanya melalui ritual yang berulang-ulang dilakukan dengan tusukan jarum.

Tetapi sebuah teknologi telah dikembangkan oleh ahli biokimia di Universitas Western Ontaria yang membantu penderita penyakit diabetes mengetahui kadar gula mereka dengan bantuan sebuah lensa kontak yang dapat berubah warnanya sesuai dengan naik turun kadar gula dalam darah.

Nanopartikel ditambahkan kedalam lensa kontak bereaksi dengan molekul glukosa yang terdapat dalam air mata. Sebuah reaksi kimia kemudian menyebabkan lensa berubah warna, memperingatkan pemakai lensa kontak tersebut atas naik atau turun kadar gula dalam darah mereka.

Universitas Western Ontario Professor Jin Zhang telah mendapatkan bantuan $216000 dari Canada Foundation atas terobosan ini dan diharapkan para peneliti dapat mengembangkan teknologi nanokomposit untuk aplikasi yang lain.

diambil dari popsci

Written by pramuka adi

December 23, 2009 at 6:06 am

Posted in Technology